Allah Menyayangi Kita Dengan Cara -Nya
Perjalanan Seorang Gadis Yang Ingin Terlepas Dari Dosa-dosanya
Dua sejoli saling bersapa via social media; berkenalan, lama-lama penasaran, dan akhirnya memutuskan untuk saling bertemu. Hari pertama pertemuan yang singkat; namun membawa keduanya dalam dosa. Ya, pertemuan yang membuat mereka terlena dalam dosa. Bagaimana tidak, keduanya bahkan belum memiliki ikatan yang halal namun begitu berani. Sang lelaki memberanikan diri tuk menyatakan cintanya pd gadis itu, spontan gadis itupun mengangguk tanda setuju. Tapi apakah benar itu cinta? atau hanyalah nafsu yang terlampau syaitan tunggangi dgn mengatas namakan cinta? Ketika nafsu duniawi telah mengontrol diri, pikiran pun tak lagi jernih; mereka memutuskan utk menjadi sepasang kekasih. Hari-hari mereka lewati dengan penuh cinta (mereka menganggap itu cinta), begitu indah bagi mereka karena syaitan telah terlampau jauh membuai mereka dengan cinta; keduanya telah dibutakan oleh cinta, terlebih si gadis. Tak peduli berkali-kali sang lelaki menyakiti, namun ia selalu bisa menahan dan memaafkan, karena baginya cinta itu adalah pengorbanan. Namun SALAH!!! itu bukan pengorbanan, melainkan sinyal Allah untuk menyadarkan dirinya untuk kembali ke jalan -Nya namun ia enggan menghiraukan -Nya. Berhari-hari, berminggu- minggu, hingga bertahun-tahun lamanya mereka menjalani hari penuh dengan kemaksiatan; harga diri tak lagi penting bagi mereka, bahkan mereka rela membohongi orang tuanya dengan berlagak seakan-akan mereka baik & tidak melampaui batas, namun semuanya BOHONG! Gimmick yang mereka buat semata untuk meyakinkan kedua belah pihak orang tua agar merestui dosa mereka.
Setelah bertahun-tahun berjalan bersama, barulah si Gadis sadar bahwa apa yang ia lakukan salah; terikat dlm hubungan yang belum halal adalah sebuah DOSA BESAR. Dimulainya memperbaiki diri, shalatnya, puasaya, mengajinya, hatinya tergetar untuk lebih mendekatkan diri dgn Rabb nya, hingga tak lagi ingin bertemu dgn sang kekasih & mulai menghapus semua foto mereka berdua. Tak ada lg foto yg di pasang sang gadis di media sosial membuat sang kekasih bertanya; KEMANA FOTO-FOTO YG SELAMA INI SELALU MEREKA BANGGA & PAMERKAN? Mungkin saat itu hati & pikiran lelaki tsb berkecamuk memikirkan apakah kekasihnya berselingkuh hingga tak ada lg foto yg tersisa? Mendengar pertanyaan tsb sang gadis hanya bisa diam & memikirkan alasan utk ia berikan kpd sang kekasih. Mengapa tak jujur saja jika ia ingin meninggalkan maksiat & kembali ke jalan Rabb nya? Rasanya tdk mungkin baginya utk mengatakan yg sejujurnya kpd sang kekasih, karena nafsu & syaitan terlampau jauh mengontrol dirinya hingga hati tak lagi bersih. MUDAH BAGINYA MEMPERBAIKI KEBIASAAN BURUK YG LAIN, NAMUN TIDAK UTK MENINGGALKAN PACARNYA! mengapa begitu sulit meninggalkan nafsu duniawi? mengapa begitu sulit melepas cinta yg salah? sang gadis pun tdk tahu mengapa, yg ada dlm pikirannya saat itu adalah "cukup aku memperbaiki ibadahku, namun tidak meninggalkan kekasihku; akan ku pastikan tak akan ada lg dosa besar yg akan aku perbuat dgn kekasihku, hubungan ini hanya akan berlangsung sebatas komunikasi via telepon genggam saja" Sejak saat itu sang lelaki merasa ada yg berbeda dgn kekasihnya, tak ada lg dirinya yg selalu datang ke rumahnya, berbicara mesra, menelponnya, bahkan hari ulang tahunnya pun sang gadis tdk mengingatnya. Gadis tersebut sebenarnya menyadari perubahannya yg terkesan 'menghindar' dari sang kekasih; namun akan ada 1001 CARA SYAITAN utk menggodanya berbuat dosa lagi.
Ketika sang gadis mulai menjauh, lelaki tsb seakan mengejarnya & tak ingin jauh, hingga ia korbankan waktunya untuk sering menemui sang gadis. Melihat hal tsb ada perasaan yg berkecamuk dlm dada sang gadis; hatinya berkata utk meninggalkn segala kemaksiatan & PACARNYA, namun pikiran & raganya seakan lemah & tak berdaya. Perlahan imannya mulai goyah & niat hijrahnya memudar, seketika ia berpikir; 'tak apa ia yg menghampiriku karena disini (di rumahnya) tak akan ada celah bagi kami utk melakukan maksiat, karena ibuku selalu ada mengawasi kami di rumah. kalaupun kita jalan berdua, akan ku pastikan kita mengunjungi tempat2 yg ramai'. Pertemuan demi pertemuan mereka lalui sesuai dgn rencana si gadis; tak ada lg tempat & waktu yang mendukung keduanya melakukan dosa besar, namun tanpa mereka sadari pertemuan2 tersebut tetaplah dosa karena mereka melakukan hal yg MENDEKATI ZINA & itu dilarang; seperti saling menatap yg bukan muhrimnya dgn tatapan mesra, berpegangan tangan, berboncengan, bahkan sesekali sang gadis merangkulkan tangannya di tubuh kekasihnya. Ya memang tak ada lg dosa besar yg mereka lakukan tetapi ttp saja mereka melakukan dosa!
Semakin hari sang lelaki menunjukan keseriusannya, namun hal tsb tak lantas membuat gadis itu yakin dgn kekasihny; bertanyalah ia pd Rabb nya "Ya Allah, aku tdk ingin lg berada dlm hal ini (pacaran), aku sudah mmperbaiki ibadahku, namun mengapa bgitu sulit untuk meninggalkan dosa pacaran? sekarang kekasihku berkali-kali menyatakan keseriusannya & ingin menikahiku, namun mengapa aku tak yakin pd nya ya Allah?" Hari-hari ia lalui dgn doa meminta jawaban dari sang Pencipta, namun jawaban itu tak kunjung ia temukan & hatinya tak lg yakin pd kekasihnya. Sampai pd akhirnya imannya lagi2 terkikis, dirinya seakan lupa dgn niat hijrahnya yg telah ia utarakan kpd Rabb nya. Syaitan begitu mengetahui kelemahan gadis tsb, dibuatnya sukar meninggalkan pacarnya, hingga mulai sedikit2 ia mengurangi porsi ibadahnya. tak ada lg kenikmatan shalat yg ia rasakan, tak pernah lg mulutnya melantunkan ayat suci, hatinya mulai menghitam kembali. Yg ia pikirkan adalah "Aku ingin menemui kekasihku, aku akan datang ke rumhnya" tak ada lg kekhawatiran yg muncul dlm benaknya perihal dosa besar yg mungkin saja bsa terulang. Jadwal kunjungannya ke rumah lelaki yg dicintainya telah dirinya & lelakinya pastikan, rasa deg-degn & tak sabar dirasakan sang gadis; baja yg menjadi dinding imannya seketika berubah menjadi kayu2 tua yg mudah hancur dihempas angin, tak ada lg perasaan takut dgn ancaman Allah, tak ada lg malu atas niat 'hijrah' yg pernah ia lontarkan kpd penciptanya. SYAITAN MENANG SAAT ITU! tak lg ia dapat mengontrol hati & pikirannya.
NAMUN ALLAH BEGITU BAIK PADA GADIS ITU, TAK MENGAPA SANG GADIS LUPA AKAN NIAT HIJRAHNYA, ALLAH TETAP SAYANG DAN MENYELAMATKANNYA!!!
Dibalikkannya hati lelaki yg awalnya sangat menginginkannya. Setelah merencanakan pertemuannya dgn sang kekasih, entah apa yg dipikirkan lelaki itu; lantas ia menghubungi si gadis utk meminta putus dgnnyaa. SAKIT TAK LAGI GADIS ITU RASAKAN, YG ADA KALA ITU ADALAH BINGUNG DGN SIKAP LELAKINYA. Tanpa pikir panjang & membaca semua pesan dari sang lelaki, gadis tsb langsung meng- iya- kan keinginan kekasihnya.
RENCANA PERTEMUAN HANYA TINGGAL RENCANA. ALLAH MENGGAGALKAN HAL TERSEBUT! ALLAH TDK RIDHO GADIS ITU TERJERUMUS KEMBALI PADA DOSA YG SAMA. KETIKA IMAN ITU HILANG DARI HATI SI GADIS & IA INGIN MENCEBURKAN DIRINYA KEMBALI KE LUBANG DOSA, SEKETIKA ALLAH MENYERETNYA DAN BERKATA "JANGAN".
Di balik rasa sakit perpisahan yg dirasakan sang gadis ternyata menyimpan hikmah dan berkah yg luar biasa. ALLAH MENYAYANGI GADIS TSB DENGAN CARA -NYA. Saat Gadis itu sadar & memahami semuanya, rasa syukur yg tiada tara ia lontarkan kpd sang Pencipta. Seketika ia pun mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tentang dirinya yg tak kunjung yakin atas niat kekasihnya utk meminang dirinya; hal tsb terjadi karena (mungkin) perasaan yg selama ini ia anggap sbg rasa 'cinta' bukanlah perasaan yg murni Allah berikan pd nya, melainkan syaitan yg sudah terlampau jauh menunggangi hawa nafsu keduanya sehingga timbul perasaan tsb.
"Ya ALLAH.. aku bersimpuh di hadapan Mu dengan berjuta rasa syukur, karena Engkau telah menyelamatkan hamba dari pedihnya siksaan -Mu. Hamba bertaubat kpd -Mu dari segala kemaksiatan & dosa dunia. Hamba berjanji utk tdk mengulangi hal yg sama utk ke 2x nya. hamba yakin jodoh dari -Mu pasti akan datang tanpa melalui proses pacaran. Semoga Engkau menerima taubatku Ya Rabb" kata gadis tsb dgn nada lirih, hingga tak terasa air mata begitu deras mengalir membasahi pipi dan mukena yg dipakainya.
Kadang kita tidak memahami cara Allah menyayangi kita. Allah beri kita susah, sakit hati, dan kita selalu mengeluh akan hal itu. Allah buat kita kecewa dgn pasangan yg belum halal semata-mata adalah cara Allah menyayangi kita, menarik kita dari lembah kemaksiatan, Allah tak ingin umatnya berlarut-larut terlalu lama dgn dosa2nya; terlebih pd gadis tsb yg sebelumnya sudah memiliki niat untuk hijrah namun masih sulit meninggalkan dosanya.

Comments
Post a Comment